Mengapa Masyarakat di Reg 47 Way Terusan Menolak HTI…?

Sejak tahun 1998, masyarakat di SP 1,2 dan 3 Kec. Bandar Mataram telah bermitra (PIR) dengan PT Gula Putih Mataram (segroup dengan PT GPA) dengan jenis tanaman tebu. Dari keterangan warga diperoleh data bahwa selama satu tahun, plasma mendapatkan hasil Rp. 5 juta pertahun yang dibayarkan secara triwulan. Triwulan I (Feb), II (Mei) masing-masing sebesar…Read more Mengapa Masyarakat di Reg 47 Way Terusan Menolak HTI…?

Pelatihan Relawan Operator GIS Lampung

Simpul Layanan Pemetaan Partisipatif (SLPP) Lampung mengadakan Pelatihan Relawan Operator GIS yang diselenggrakan 1-3 Juni 2012 di Kantor KaWAN TANI. Peserta berjumlah 7 orang yang berasal dari NGO’s yakni: Mitra Bentala. KaWAN TANI, PILAR, dan JRKL, dengan pelatih Sdr. Toni (Getex). Agenda terdekat untuk penugasan SLPP Lampung yakni pemetaan partisipatif di wilayah: klaim tanah adat…Read more Pelatihan Relawan Operator GIS Lampung

Peluang Kaderisasi Pada NGO’s

Akhir-akhir ini, kalangan NGO's di Lampung mulai mengeluhkan minimnya kader penerus untuk keberlanjutan organisasi. Untuk mendidik menjadi seorang aktifis gerakan, selama ini para NGO's mengandalkan insting dan berbekal pengalaman langsung dari tahun ke tahun, kebanyakkan juga terstruktur (knowledge management) sehingga proses regenerasi lambat. Training Community Organizer (CO) yang berkala diyakini bakal dapat menjaring aktivis muda…Read more Peluang Kaderisasi Pada NGO’s

Urgensi Kolaburasi Pengelolaan Tahura Wan Abdul Rachman

Mengapa kolaborasi pengelolaan suatu kebutuhan di Tahura Wan Abdul Rachman?Mengapa kolaborasi pengelolaan suatu kebutuhan di Tahura Wan Abdul Rachman? Kemajemukan konflik dan ancaman kerusakan hutan yang lebih parah, tantangan yang harus diatasi, dan kebutuhan yang harus dipenuhi merefleksikan bahwa pengelolaan Tahura Wan Abdul Rachman membutuhkan alternatif model pengelolaan taman hutan raya yang berbeda. Perbedaan ini…Read more Urgensi Kolaburasi Pengelolaan Tahura Wan Abdul Rachman

Pasang Surut Menetapkan Pilihan “Hati”

Gambar ini diambil pada bulan Juli 2010, di lokasi konflik perambahan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Pekon Sumberrejo, Kecamatan Bengkunat Belimbing, Lampung Barat. Tahun 2003-2006, masyarakat di desa Sumberrejo mulai didampingi oleh Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) Bogor, didukung oleh Walhi Lampung dan Klinik Hukum Watoni Noerdin dalam hal pemetaan partisipatif dan pelatihan hukum…Read more Pasang Surut Menetapkan Pilihan “Hati”

Pengorganisasian Rakyat

"Saya baru saja pulang dari pendampingan masyarakat di wilayah A..," kata salah seorang aktifis LSM. Begitu jawaban umumnya bila seorang community organizer atau CO menceritakan aktifitas sosialnya. Namun jangan buru-buru dibayangkan bahwa seluruh masyarakat di wilayah A tadi, laki-laki dan perempuan dewasa atau anak-anak terlibat penuh dalam kerja pengorganisasian rakyat tersebut. Jika kita telusuri lagi,…Read more Pengorganisasian Rakyat

Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman Lampung dan Hubungan dengan Masyarakat Sekitar

Upaya konservasi keanekaragaman hayati yang dilakukan oleh masyarakat sesungguhnya telah berkembang sejak lama, khususnya pada masyarakat yang memiliki pengetahuan lokal. Pengetahuan lokal adalah pengetahuan yang dikembangkan oleh suatu komunitas masyarakat selama berabad-abad. Pengetahuan lokal dikembangkan berdasarkan pengalaman, telah diuji penggunaannya selama berabad-abad, telah diadaptasikan dengan budaya dan lingkungan setempat (lokal), serta bersifat dinamis dan berubah-ubah…Read more Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman Lampung dan Hubungan dengan Masyarakat Sekitar