Mengapa Masyarakat di Reg 47 Way Terusan Menolak HTI…?

Sejak tahun 1998, masyarakat di SP 1,2 dan 3 Kec. Bandar Mataram telah bermitra (PIR) dengan PT Gula Putih Mataram (segroup dengan PT GPA) dengan jenis tanaman tebu. Dari keterangan warga diperoleh data bahwa selama satu tahun, plasma mendapatkan hasil Rp. 5 juta pertahun yang dibayarkan secara triwulan. Triwulan I (Feb), II (Mei) masing-masing sebesar…Read more Mengapa Masyarakat di Reg 47 Way Terusan Menolak HTI…?

Harga Getah Damar Melonjak

Getah damar (Shorea Javanica) krui Lampung Barat saat ini (Mei 2012) sedang menikmati harga cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya. Harga getah damar asalan (umur 2 minggu) bisa mencapai harga Rp. 16.000,-/kg, dibandingkan bulan Juni 2011, harga getah damar asalan (umur 2 minggu) baru mencapai harga Rp. 11.500,-/kg.  Saya belum mendapatkan cerita mengapa harga getah damar…Read more Harga Getah Damar Melonjak

Kemitraan Perusahaan Swasta Dengan Petani

Ada catatan menarik tentang ketertarikan petani memilih jenis tanaman pertanian/perkebunan/kehutanan sebagai pilihan komoditi unggulannya. Patut disimak situasi berikut: Mengapa perusahaan perkebunan kelapa sawit di Lampung Barat tidak mampu mendorong minat masyarakat Krui menanam sawit sebagaimana di Propinsi Riau dan Jambi? Mengapa perusahaan perkebunan tebu di Lampung Tengah dan Tulang Bawang juga tidak mampu menarik minat…Read more Kemitraan Perusahaan Swasta Dengan Petani

Urgensi Kolaburasi Pengelolaan Tahura Wan Abdul Rachman

Mengapa kolaborasi pengelolaan suatu kebutuhan di Tahura Wan Abdul Rachman?Mengapa kolaborasi pengelolaan suatu kebutuhan di Tahura Wan Abdul Rachman? Kemajemukan konflik dan ancaman kerusakan hutan yang lebih parah, tantangan yang harus diatasi, dan kebutuhan yang harus dipenuhi merefleksikan bahwa pengelolaan Tahura Wan Abdul Rachman membutuhkan alternatif model pengelolaan taman hutan raya yang berbeda. Perbedaan ini…Read more Urgensi Kolaburasi Pengelolaan Tahura Wan Abdul Rachman

Kondisi Ekologi, Ekonomi dan Sosial Wilayah Kelola SHK Lestari di Tahura Wan Abdul Rachman

Kelompok Sistem Hutan Kerakyatan (SHK) Lestari telah menghasilkan  dokumen hasil kajian ekologi, ekonomi dan komunitas (sosial) petani pada di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman, Lampung tahun 2010. Kesimpulan menarik yang diperoleh yakni bahwa jika petani pemanfaat hanya pengandalkan produksi hasil hutan bukan kayu (HHBK), maka tingkat kesejahteraannya yang berpenghasilan rendah sebesar 61,54%, berpengasilan cukup…Read more Kondisi Ekologi, Ekonomi dan Sosial Wilayah Kelola SHK Lestari di Tahura Wan Abdul Rachman

Petani dan Pengetahuan Tentang REDD

Pemahaman anggota SHK Lestari Desa Hurun, Kab.Pesawaran, Provinsi Lampung tentang cadangan carbon dan perannya dalam mengurangi gas rumah kaca (REDD) serta merta mengikuti dibenaknya, begitu mengiktui dengan tekun akftifitas riset carbon stok. Kegiatan riset cadangan carbon di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman, khususnya di wilayah kelola SHK Lestari yahun 2010, melibatkan anggotanya dalam jumlah…Read more Petani dan Pengetahuan Tentang REDD