Negara dikuasai oleh Pemilik Modal

PT. Gunung Madu Plantation dan PT Indo Lampung Buana Makmur (Salim
Group sekarang menjadi PT GPA / Sugar Group) mendapatkan areal perkebunannya dari hasil mengganti rugi lahan adat seluas 10.500 hektar yang kemudian dijadikan sebagai kawasan hutan register 47 saat ini.

Saat ini, sedang diupayakan kembali oleh PT GPA untuk menguasai lahan yang sudah ditukar guling tersebut dengan ijin hutan tanaman industri (HTI). Mengapa perusahaan swasta sedemikian serakahnya terhadap tanah karena logika ekonomis yang ingin mendapatkan keuntungan yang tinggi dari prinsip perluasan kebun = perluasan usaha.

Mengapa negara (=baca: pemerintah) sedemikian lemahnya ketika berhadapan dengan pemilik modal/ perusahaan adalah karena biaya politik meraih kekuasaan yang mahal dan korupsi di birokrasi yang merajalela. Mengapa rakyat tidak diberikan akses di lahan hutan negara karena secara ekonomi mereka tidak memberikan pendapatan bagi pemimpin politik dan birokrasi daerah. Rakyat kita masih bisa dibeli dengan sekilo beras dan sekardus mie instan dalam menentukan pemimpin daerah, tanpa kritis terhadap dampak kehidupan mereka 5 tahun mendatang.

Sudah saatnya, rakyat tidak meninggalkan begitu saja negara dan membiarkan negara berjalan beriringan dengan pemilik modal dalam menentukan kebijakan pembangunannya.  Rakyat perlu teriak dan memberi perintah kepada negara untuk mensejahterakan rakyat, meminta negara untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada rakyat melalui cara apa rakyat akan disejahterakan. (Koer – KaWAN TANI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s