Kesadaran Ekonomi Aspek Ekologis

Hari ini, saya mendengarkan penuturan Sdr. Sutoyo, salah seorang petani di Register 47 Way Terusan Lampung Tengah, tentang teknik budidaya tanaman karet yang banyak ditanam warga disana.

Mula-mula mereka menanam biji karet sebanyak 3 butir secara berdekatan. Ketika tunasnya sudah mulai tinggi, lalu kedua tanaman dipotong, ditempelkan dan diikat pada satu batang tunas karet yang dibiarkan menjulang. Sebelumnya, telah disayat batangnya supaya dapat ditempelkan jadi satu. Istilah lokalnya “stek jalan”. Hasilnya, tanaman karet yang tumbuh akan ditopang dengan 3 akar tunjang.

Secara ekologis, model stek tanaman ini mampu menghasilkan perakaran yang dalam dan banyak, sehingga mampu meneruskan air hujan ke dalam tanah secara massif. Petani merasakan bahwa cadangan air tersebut mampu mencegah kerontokkan daun pada musim kemarau, hingga pohon karet tetap dapat disadap.  Dengan teknik budidaya tanaman dan pemuliaan tanaman melalui biji akan mampu bertahan hingga puluhan tahun, sehingga proses pembukaan lahan hutan tidak sering terjadi. Secara ekonomis, dirasakan warga bahwa getah karet mereka mampu menghasilkan banyak getah rata-rata 5 kwintal hingga mencapai 1 ton per Ha dalam satu bulan. (Admin – KaWAN TANI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s