Idealisme Seorang Pengorganisir Rakyat

“Saya bekerja mengorganisir rakyat dengan perbekalan sendiri dan biaya hidup sendiri tanpa bergantung pada donor atau orang lain. Saya mendedikasikan waktu saya untuk rakyat, itung-itung sebagai infak atau derma yang mesti saya keluarkan…”

Saat ini, penulis sering berhubungan kelompok pengorganisir rakyat seperti di atas. Ada yang berpredikat sebagai mantan LSM, mantan pencinta alam, mantan aktifis kampus dan lain-lain. Pekerjaan mereka ini pun beraneka ragam, mulai dari agen konsultan asuransi, wirausaha EO pentas musik, jurnalis, PNS dan lain-lain.

Berbekal keterbatasan waktu yang dimiliki, mereka mengkreasi media pengorganisasian rakyat lewat pembentukkan semacam kelompok sadar wisata untuk pendidikan lingkungan, pengembangan unit bisnis komunitas seperti: koperasi untuk menyalurkan sarana produksi pertanian dan jual beli produk pertanian, pengembangan kursus-kursus kewirausahaan untuk pemuda putus sekolah di sekitar kawasan hutan agar berkurang tekanan terhadap akses lahan di hutan negara, dan lain-lain.

Saya membayangkan seandainya terbangun sinergi apik antara kelompok pengorganisir rakyat model ini dengan pengorganisir rakyat model hidup bersama komunitas (live in) dan atau pengorganisir rakyat model lainnya, yang telah merubah posisi atau peran sebagai tim pendukung komunitas ala skema permainan sepak bola 4-4-2 atau 4-3-3. Pasti luar biasa sekali.

(Koer – KaWAN TANI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s