Pengorganisasian Rakyat

“Saya baru saja pulang dari pendampingan masyarakat di wilayah A..,” kata salah seorang aktifis LSM. Begitu jawaban umumnya bila seorang community organizer atau CO menceritakan aktifitas sosialnya.

Namun jangan buru-buru dibayangkan bahwa seluruh masyarakat di wilayah A tadi, laki-laki dan perempuan dewasa atau anak-anak terlibat penuh dalam kerja pengorganisasian rakyat tersebut. Jika kita telusuri lagi, maka yang dimaksud adalah mengorganisasi sebuah pertemuan kelompok yang umumnya dihadiri oleh laki-laki saja. Dari sekian orang yang ikut pertemuan kelompok, paling hanya 10 orang saja yang laham dan terampil mengikuti ide-ide yang didiskusikan.

Media yang umum dipergunakan sebagai media pengorganisasian rakyat umumnya belum banyak berkembang, paling membentuk kelompok, kemudian membuat rapat pertemuan-pertemuan secara berkala. Pembuatan radio komunitas, pendidikan daur ulang sampah, atau pendirian kelompok simpan pinjam cuma bersifat kegiatan yang tidak berkelanjutan, karena tidak didanai dalam jangka waktu panjang oleh donor.

Jika mau jujur, baiknya seorang CO dapat mengatakan, “Saya baru pulang ikut rapat atau pertemuan kelompok masyarakat di wilayah A”. Ini akan membantu para CO merefleksikan capaiannya baru satu kelompok kecil, belum sampai mengorganisir seluruh masyarakat di wilayah A.

Lebih menarik lagi jika seorang CO berkata,”Saya baru pulang dari menyusun naskah drama radio bersama aktifis radio komunitas di wilayah A”. atau “Saya sedang aktif kampanye daur ulang sampah bersama komunitas ibu-ibu Pelangi di desa A kecamatan B”. (Koer – KaWAN TANI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s