Pasang Surut Menetapkan Pilihan “Hati”

Gambar ini diambil pada bulan Juli 2010, di lokasi konflik perambahan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Pekon Sumberrejo, Kecamatan Bengkunat Belimbing, Lampung Barat.

Tahun 2003-2006, masyarakat di desa Sumberrejo mulai didampingi oleh Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) Bogor, didukung oleh Walhi Lampung dan Klinik Hukum Watoni Noerdin dalam hal pemetaan partisipatif dan pelatihan hukum kritis, hingga pembuatan konsep paper kebijakan. Tahun 2007 hingga sekarang, pendampingan masyarakat dilanjutkan oleh Perkumpulan KaWAN TANI, yang sebagian besar adalah para latiners pada project Komuniti Forestri Krui terdahulu.

Awalnya, semua petani disana bergerak atas dasar klaim atas hak kelola masyarakat adat Marga Bengkunat, tetapi tidak ditemukan argumentasi pendukung yang memadai. Ide yang memungkinkan bagi masyarakat lokal dapat bertahan mengelola lahan konflik tersebut, yaitu mendorong wilayah tersebut sebagai zonasi rehabilitasi atau pemanfaatan tradisional, dengan repong damar. Kemudian, segala upaya advokasi untuk mendapatkan tujuan tersebut dilakukan kelompok tani disana dan jejering NGO pendukungnya.

Tahun 2010, ada perubahan pilihan “hati” masyarakat Pekon Sumberrejo yang memilih mendapatkan klaim hak milik atas lahan konflik tersebut. Perubahan pilihan itu disebabkan oleh dukungan politik para politisi DPRD kabupaten Lampung Barat, yang dipandang membela rakyat atas hak milik tanah hutan. Maklum, para politisi tersebut sedanga membangun dukungan menjelang pilkada 2 tahun mendatang, dan isu tanah adalah daya tarik yang tinggi – seperti halnya di Kecamatan Suoh, Lambar.

Padahal momentum untuk mendapatkan lahan konflik itu menjadi zona pemanfaatan tradisional atau zona rehabilitasi sudah didepan mata. Kepala Balai Besar TNBBS, Ir. Kurnia Rauf, sudah memberikan respon positif atas ide resolusi konflik perambahan di Sumberrejo tersebut.

Operasi pengeluaran perambahan dengan paksa seperti di wilayah TNBBS lain, pada tahun itu, membuyarkan harapan mereka kembali. Tidak ada satupun para politisi Lampung Barat yang mau bertanggung jawab membela rakyat. KaWAN TANI dkk memilih untuk pikir-pikir kembali dalam memberikan dukungan kepada masyarakat Sumberrejo, belajar dari pengalaman sebelumnya dimana rakyat tidak memiliki kepercayaan diri dan ketetapan hati. (Koer – KaWAN TANI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s