Maskot Ekowisata Lampung Lestari Desa Hurun Padang Cermin Lampung Selatan

Nama lokal hewan ini “kodok bertanduk” karena kelopak matanya yang maju ke depan, menyerupai tanduk. Dalam nama latin disebut megophyris nasuta, hidup di pegunungan dengan ketinggian diatas 400 dpl. Hewan ini banyak dijumpai di Pulau Sumatera, di gugusan pengunungan Bukit Barisan.

Kelompok SHK Lestari memilih hewan ini sebagai maskot ekowisata kampung lestari desa Hurun, yakni wilayah yang terhampar dari Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman seluas 1.000 Ha, hingga perkampungan desa Hurun, Kecamatan Padangcermin, Kabupaten Pesawaran.  Kodok bertanduk dipilih sebagai maskot karena unik dan belum banyak warga mengetahui hewan ini.

Pengembangan ekowisata berbasis komunitas ini menjadi salah satu aktifitas Perkumpulan KaWAN TANI, sebagai wujud menerjemahkan ide bisnis komunitas yang sedang dikumpulkan pengalamannya.

Saat ini, energi komunitas masih bergelut dalam konflik internal akibat kebijakan penataan pemukiman yang belum rampung. Namun, ada angin segar dengan proses pergantian kepemimpinan jabatan kepala dinas Provinsi Lampung, yakni Ir. Warsito, yang dikenal reformis dalam bidang kehutanan di Lampung.

Kita tunggu saja langkah-langkah menuju kolaborasi ekowisata di Tahura Wan Abdul Rachman, Lampung. (Koer – KaWAN TANI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s