Antara Pendamping Masyarakat dan Mitra Sejajar Komunitas

“Kelihatannya kita perlu membuat strategi baru untuk pengorganisasian rakyat yang massif dan terorganisir rapi…”  Begitu permulaan diskusi dengan para peggiat lawas NGO Lampung.  Namun lagi-lagi tidak berlanjut topik tersebut, karena kembali sudah disodorkan kasus di lapangan yang butuh penanganannya.

Strategi pendekatan pendampingan berbasis wilayah atau klaim penguasaan satu wilayah tertentu agaknya perlu untuk dikaji ulang. Perlu untuk dicoba model pendekatan pengorganisasian lain, misal: berbasis wirausaha produk pertanian atau jasa seperti: jaringan pasar pertanian organik, jaringan radio komunitas, jaringan ekowisata berbasis komunitas, jaringan paralegal dan lain-lain.

Untuk menata ulang ke arah sana, tidak mungkin lagi jika project dikelola oleh LSM, karena akan memakan waktu yang panjang. Tetapi mendorong pengelolaan project oleh komunitas dan jejaring sosial tadi. Peran LSM dapat dialihkan menjadi pengelola pengetahuan yang selama ini kurang ditekuninya, seperti: menjadi konsultan training, konsultan pemasaran produk, membuat modul pelatihan atau buku tentang shared learning.

Posisi LSM didorong bukan lagi menjadi pendamping komunitas, tetapi sebagai mitra sejajar, untuk memberikan tanggung jawab besar kepada komunitas untuk perubahan sosial di wilayahnya.  Jika ingin tetap dihargai dalam memberikan ide-ide perubahan sosial di jejaring sosial dan komunitas, maka LSM mesti terus berpacu dengan kreatifitas dan inovasi agar tidak terjadi kebosanan dan ketinggalan zama.  (Koer – KaWAN TANI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s